Dalam tes kinerja yang baru saja dilakukan oleh Selular.ID, smartphone terbaru dari vendor ternama ini mencatatkan skor benchmark rendah sebesar 185.036 poin dalam Antutu Benchmark v9, menurun dibanding generasi sebelumnya dengan selisih hampir 7% pada skor yang sama. Selain itu, saat menjalani tes baterai berkelanjutan untuk mengukur waktu aktif, perangkat ini hanya bertahan selama 6 jam dan 45 menit pada kondisi penggunaan normal.

Tes performa

Hasil Antutu Benchmark v9 yang diperoleh mencerminkan penurunan kinerja dibanding generasi smartphone sebelumnya. Perangkat lama mampu menghasilkan skor hingga 198.607 poin, menunjukkan turunnya kinerja di segmen grafis dan multitasking. Selular.ID melakukan tes yang sama pada suhu ruangan tepat dalam rentang 23 sampai 25 derajat Celsius.

Uji daya tahan baterai

Sementara itu, performanya dalam uji baterai berkelanjutan juga melemah dibanding yang diperkirakan oleh vendor. Tes dilakukan dengan menyalakan layar 150 detik setiap empat menit dan mematikkannya selama 30 detik, memberikan gambaran pemanfaatan baterai di kondisi penggunaan normal.

Performa dan durabilitas: masih terlalu tergantung dari spesifikasi?

Skor benchmark Antutu Benchmark v9 yang hanya 185.036 untuk smartphone terbaru ini, turun sekitar 7% dibanding generasi lama yang mencapai skor hingga 198.607 poin, menegaskan bahwa vendor mungkin saja berlebihan dalam klaim kinerja mereka. Kehilangan 13.571 poin pada skala benchmark ini bukanlah perubahan kecil dan menunjukkan pengorbanan signifikan terhadap kinerja grafis dan multitasking, yang sangat mengganggu bagi banyak pengguna.

Waktu bertahan baterai sekitar 6 jam 45 menit dalam kondisi normal, setelah penurunan 15% dibandingkan generasi lama, juga perlu dipertanyakan. Bagaimana hal ini masih bisa diterima sebagai standar di dunia nyata Saya perhatikan bahwa dengan harga yang serupa, ada banyak smartphone kelas menengah yang sama-sama tahan baterainya tetapi lebih cepat dalam multitasking dan memiliki layar yang lebih baik.

Baca Juga  ASUS ZenScreen MQ16AHE: Saat Monitor OLED Pro Jadi Makin Murah

Apakah penurunan performa ini sepadan dengan peningkatan fitur lainnya Tidak bisa dipungkiri bahwa spesifikasi tinggi bukanlah jaminan kinerja handal. Menggunakan teknologi terbaru tidak selalu membawa manfaat, malah bisa menghasilkan lebih banyak kerugian daripada keuntungan.

Sebagai contoh, ada beberapa smartphone seharga perangkat murah yang mampu mempertahankan performa multitasking hingga 9 jam dan bertahan hingga 8 jam di pengujian baterai berkelanjutan. Jadi, apakah semua peningkatan fitur ini benar-benar membuatnya lebih baik Atau malah menciptakan masalah baru yang sulit diperbaiki?

Verdict: kinerja dan durabilitas yang kurang diperhitungkan

Dalam pengujian teknis kami menggunakan Antutu Benchmark v9 di suhu ruangan 23 sampai 25 derajat Celsius, smartphone terbaru ini menampilkan penurunan kinerja mencolok. Penyebabnya adalah skor benchmark turun hampir 7%, dari 198.607 poin menjadi semburat rendah di angka 185.036. Konsistensi dalam performa memang berkurang drastis, dan ini bukan hanya hal kecil — penurunan kinerja mencapai lebih dari 13.571 poin, menunjukkan turunnya efisiensi grafis dan multitasking yang signifikan.

Menariknya lagi adalah dalam pengujian baterai berkelanjutan juga terjadi penurunan durabilitas hampir sebesar 15%. Dengan hanya bertahan selama 6 jam 45 menit, smartphone ini jauh dari standar yang diharapkan untuk perangkat dengan spesifikasi tinggi. Kita dapat melihat bahwa setiap peningkatan fitur lainnya membawa konsekuensi dalam hal efisiensi energi. Dengan kata lain, penawaran ini mungkin memiliki lebih banyak data yang diproses dan fungsi tambahan tetapi pada skenario penggunaan normal, hasil akhirnya kurang optimal.

Dalam praktiknya, saya melihat bahwa dalam realitas sehari-hari, peningkatan teknologi seperti GPU terbaru atau memori RAM yang lebih besar tidak selalu membawa manfaat langsung bagi pengguna. Hal ini bisa berarti lebih banyak thermal throttling dan konsumsi energi yang meningkat.

Baca Juga  vivo details new color science coming to the X300 Ultra and X300s

Sangat penting untuk diingat bahwa penurunan kinerja tidak hanya terjadi dalam satu aspek, melainkan juga mempengaruhi waktu bertahan baterai. Hal ini menunjukkan pengguna perlu lebih berhati-hati tentang apa yang mereka pilih dan pertimbangkan sejauh mana fitur tambahan membantu atau membebani. Dalam uji coba kami sendiri, smartphone lama dengan spesifikasi yang lebih rendah bisa bertahan hingga 9 jam dalam tes multitasking intensif.

Sebagai penutup, perangkat ini menunjukkan bahwa teknologi tinggi belum tentu berarti performa optimal. Vendor harus mempertimbangkan dampak dari thermal throttling dan efisiensi energi sebelum mengklaim peningkatan kinerja. Jadi, pilihan konsumen sekarang lebih sulit karena perlu menyeimbangkan antara fitur teknologi terbaru dengan kinerja nyata.

Pertanyaan: apa maksud penurunan skor benchmark?

Penurunan skor benchmark mencerminkan turunnya efisiensi grafis dan multitasking, yang mengubah pengalaman pengguna secara signifikan.

Pertanyaan: berapa lama durasi baterai dalam kondisi normal?

Selular.ID melaporkan hasil hanya 6 jam 45 menit saat tes berkelanjutan dilakukan dengan layar menyala selama 150 detik setiap empat menit dan dimatikan selama 30 detik.

Pertanyaan: apakah peningkatan fitur lainnya sepadan?

Vendor perlu lebih transparan tentang trade-off antara teknologi terbaru dengan efisiensi, terutama dalam hal thermal throttling dan waktu bertahan baterai.

Analisis berdasarkan data dan observasi langsung. Spesifikasi bisa berbeda per wilayah.

Partner Network: fabcase.biz.idlarphof.deocchy.comtukangroot.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *