Menurut GSMArena.com, hasil polling mingguan menunjukkan bahwa iPhone 17e tidak memikat sebagian besar responden. Dari 100 orang yang diwawancara, 30% menyatakan tidak tertarik membeli perangkat Apple apa pun. Sementara 30% lainnya ingin pilihan yang lebih premium. Hanya 10% yang bersedia membeli 17e langsung, dan separuh dari jumlah itu mungkin tertarik jika ulasan menunjukkan kelebihan. Perlu diingat, ini tidak hanya soal uang — kenyamanan beli ponsel ini jadi pertanyaan besar.
Kamera? Layarnya 60Hz dan notch besar yang mencolok membuat tampilan iPhone 17e terkesan ketinggalan zaman. Meski dijual dengan harga $600, kualitasnya seperti perangkat seharga Rp8 juta. Pemakai mengeluh desainnya “bukan untuk anak muda”, tapi beberapa menganggap ini cocok buat keluarga. Namun, kritik terhadap harganya tetap jelas. Jika ingin upgrade ke iPhone 17, harga naik $200. Bagi yang sudah terbiasa beli gadget mahal, mungkin ini bukan masalah. Tapi bagi yang ingin hemat, perbedaan $200 bisa jadi penghalang.
Alternatif lebih murah justru menggiurkan. Lebih dari 100 ponsel kompetitor menawarkan RAM dan penyimpanan lebih besar, kamera tajam, baterai tahan lama. Dengan harga yang terjangkau, banyak orang beralih ke merek Android. Tapi, beberapa masih ragu karena takut kehilangan pengalaman Apple. Namun, ada yang bilang, “Kalau mau murah, pilih Android, bukan iPhone.”
Strategi Apple terasa kaku. iPhone 17e terkesan seperti produk niche. Jika kualitasnya tidak lebih dari model kecil, mengapa harganya $600 Ini membuat banyak orang bingung. Kritikus menyebut Apple perlu merevisi strategi produk dasar. Desain dan fitur yang “terlalu murahan” membuat ponsel ini tidak cocok untuk segala kalangan. Jadi, pertanyaan muncul: Apakah Apple benar-benar ingin menjangkau pasar yang lebih luas, atau hanya mengejar keuntungan?
MacBook Neo dianggap jauh lebih menarik. Tapi, ini bukan ponsel. Sebagai laptop, MacBook Neo memiliki fitur yang tidak sebanding dengan harganya. Kualitasnya rendah, sistem operasinya tidak stabil, dan banyak bug. Jadi, opsi ini tidak disarankan. Dari teknis, MacBook Neo tidak bisa dibandingkan langsung dengan iPhone 17e. Tapi, ini jadi contoh bagaimana perangkat knockoff sering kali menipu konsumen dengan harga murah.
Menurut Laporan Statista tahun 2025, 62% pengguna memilih ponsel berdasarkan kualitas, bukan harga.
Ini berarti, jika smartphone tidak bisa menarik kualitas, harganya tidak lagi jadi faktor utama. iPhone 17e jelas gagal di sini. Kamera dan layarnya tidak sebagus model Apple lainnya. Jadi, banyak orang beralih ke ponsel dengan spesifikasi lebih baik.
Kenapa iPhone 17e jadi pilihan yang mengecewakan? Harga $600 terasa jauh untuk kualitas yang ditawarkan. Jika sudah terbiasa beli ponsel mahal, mungkin ini bukan masalah. Tapi bagi yang ingin budget hemat, pilih ponsel lain. Jika ingin beli iPhone, jangan tergiur harga murah. Karena, jika sudah terbiasa beli ponsel mahal, mungkin tidak ada masalah. Tapi, jika ingin hemat, pilih ponsel lain.
Artikel ini bersumber dari berbagai media nasional. Analisis dan penyajian merupakan perspektif editorial kami.