Dikutip dari android authority
Di dunia smartphone, ada paradoks yang tak pernah terpikir: ponsel bisa berubah menjadi komputer. Per Maret 2026, tapi jangan kaget. Google dan Samsung sudah lama membuka pintu itu. Kali ini, kita bandingkan Pixel Desktop Mode (Google) dan Samsung DeX (Samsung) untuk menilai mana yang lebih cocok untuk penggunaan desktop.
Mengapa ponsel bisa menjadi alternatif PC?
Jika kamu sering bekerja di kantor tapi lupa bawa laptop, ponsel bisa jadi solusi sementara. Tapi nggak semua ponsel bisa jadi PC. Kedua platform ini punya pendekatan berbeda. Google masih menguji, sementara Samsung punya pengalaman bertahun-tahun. (dalam praktiknya, pengguna sering mengeluh)
Perbedaan inti: sistem yang berbeda
Pixel Desktop Mode mirip dengan sistem Android biasa. Jadi, kalau kamu main game di ponsel, di desktop juga akan terlihat sama. Samsung DeX mengintegrasikan UI desktop di atas Android, seperti menambahkan lapisan. (sebagian besar kasus, penggunanya lebih nyaman dengan tampilan ini)
Setup dan konektivitas: keduanya cepat
Kedua platform bisa terhubung ke layar eksternal via USB-C atau HDMI. Samsung punya opsi tambahan, seperti kabel DeX dan Wireless DeX, tapi Pixel nggak. Kebutuhan perangkat tambahan nggak masalah. Keyboard, mouse, microSD, USB stick, SSD bisa terdeteksi langsung.
Antarmuka dan customisasi: DeX lebih fleksibel
Kalau kamu suka menambahkan ikon app dan widget di desktop, DeX bisa. Pixel hanya bisa ubah wallpaper. Ini membuat DeX terasa lebih personal. Tapi kamu nggak perlu khawatir, perubahan di desktop nggak menyentuh tampilan ponsel.
Browser dan aplikasi: keduanya bisa, tapi berbeda
Chrome di Pixel terasa lebih dekat dengan PC, meski kurang ekstensi. Samsung DeX bisa bermasalah kalau buka halaman web, tapi Samsung Internet bekerja sempurna. Aplikasi lama pun lebih baik di DeX, karena bisa diatur ukuran jendela. (dalam uji coba sebelumnya, performa DeX lebih stabil)
Quick settings: DeX lebih efisien
DeX punya area notifikasi yang mirip PC. Kamu bisa tekan icon langsung buka pengaturan, tukar Bluetooth, atau balas pesan. Pixel masih pake UI ponsel, jadi notifikasi di bagian atas layar bisa mengganggu multitasking. Tapi, bisakah kamu bayangkan layar ponsel yang bisa menampilkan notifikasi sekaligus jendela (jawabannya mungkin tidak)
Kelebihan dan kekurangan: pilih sesuai kebutuhan
Samsung DeX lebih matang, cocok buat pengguna yang serius. Google masih belajar, tapi menunjukkan masa depan Android sebagai OS universal. Jika kamu mau coba masa depan, Pixel bisa. Tapi kalau cari pengalaman sekarang, DeX lebih memadai.
Kesimpulan: pilih sesuai kebutuhanmu
Pixel Desktop Mode menunjukkan potensi Android yang bisa beradaptasi dari ponsel ke desktop. Samsung DeX lebih lengkap, tapi gap nggak terlalu besar. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan. Jika kamu mau coba hal baru, Pixel nggak salah. Tapi kalau cari pengalaman yang lebih matang, DeX lebih pas.
Artikel ini bersumber dari berbagai media nasional. Analisis dan penyajian merupakan perspektif editorial kami.