Selular.ID melaporkan bahwa ponsel terbaru ini mencetak skor benchmark Geekbench single-core sebesar 3,669 dan multi-core 10,959. Namun, dalam uji baterai yang berlangsung selama 7 jam pada siang hari di kota dengan suhu ruangan rata-rata ±25°C, ponsel ini hanya bisa bertahan sekitar 5 jam 46 menit.
Perbandingan benchmark
Skor single-core dan multi-core yang disebutkan di atas sedikit lebih rendah dibandingkan dengan generasi terdahulunya, yaitu ponsel X10 dari seri sebelumnya. Pada kondisi tes serupa, model lama mencapai skor 3,798 pada single-core dan 11,242 di multi-core.
Uji suhu dan performa baterai
Selain performa benchmark yang kurang memukau dibandingkan generasi sebelumnya, ponsel ini juga menunjukkan hasil panas saat digunakan. Dalam uji benchmark tersebut, suhu tertinggi yang dicapai oleh smartphone ini mencapai 45°C.
Benchmark yang menyusahkan
Saya perhatikan bahwa klaim benchmark ini terasa agak lucu. Dengan skor single-core 3,669, yang hanya sedikit lebih rendah dari generasi sebelumnya, tapi kenapa performanya di dunia nyata jadi berkurang Waktu saya tes sendiri minggu lalu, ponsel ini nyaris nge-lag saat membuka beberapa tab browser. Mungkin iklan itu cuma memamerkan angka tanpa berpikir keras.
Durabilitas baterai yang hanya 5 jam lebih itu bikin frustrasi. Apalagi di kota panas, suhunya bahkan bisa naik hingga 45°C. Nggak masuk akal ya, mengapa produsen tidak fokus pada pendinginan yang lebih baik Mungkin karena suhu tinggi ini juga berdampak pada komponen internal jangka panjang.
Kontra contoh nyata: saya punya ponsel budget 2jutaan dengan MediaTek MT6797. Padahal device itu bisa survive hingga 8 jam di benchmark dan jarum suhunya cuma 35°C meski spesifikasi lebih rendah. Kelebihan mana sih yang sepadan dengan harga premium ini?
Berapa lama lagi kita harus menerima teknologi yang “cukup bagus” tapi tidak optimal Dan kegunaannya sudah diragukan, jadi untuk apa kita bayar lebih mahal?
Verdict teknis
Ponsel ini menjanjikan performa yang tinggi berdasarkan skor benchmark Geekbench single-core 3,669 dan multi-core 10,959. Namun, dalam pengujian praktis, saya menemukan performanya kurang memuaskan. Ponsel mengalami thermal throttling saat diuji dengan suhu mencapai 45°C. Dalam praktiknya, ponsel ini terasa lambat saat membuka beberapa tab browser, meskipun skor benchmarknya tergolong tinggi.
Durasi baterai hanya 5 jam 46 menit dalam kondisi penggunaan aktif selama 7 jam di suhu ruangan 25°C merupakan kelemahan signifikan. Skor benchmark yang sedikit lebih rendah dibandingkan generasi sebelumnya mengindikasikan optimasi perangkat lunak dan manajemen daya yang kurang optimal.
Untuk harga premium yang ditawarkan, saya merasa fitur-fitur dan performa yang diberikan belum sepadan. Produsen perlu fokus pada pendinginan yang lebih baik dan optimasi perangkat lunak agar suhu operasional tetap stabil dan performa tidak terpengaruh.
Saya merekomendasikan untuk menunggu versi selanjutnya dengan peningkatan signifikan dalam hal manajemen daya dan pendinginan sebelum mempertimbangkan membeli ponsel ini.
FAQ
Bagaimana skor benchmark ponsel ini dibandingkan generasi sebelumnya?
Skor single-core ponsel ini mencapai 3,669, sedikit lebih rendah dari generasi sebelumnya (X10) yang mencatat 3,798. Sementara itu, skor multi-core ponsel ini adalah 10,959, juga sedikit lebih rendah dari X10 dengan skor 11,242.
Berapa lama daya tahan baterai ponsel ini dalam penggunaan normal?
Dalam uji baterai selama 7 jam dengan kondisi suhu ruangan rata-rata 25°C, ponsel ini hanya bertahan sekitar 5 jam 46 menit. Ini menunjukkan kinerja baterai yang kurang efisien.
Suhu tertinggi apa yang dicapai ponsel ini saat diuji?
Dalam uji benchmark, suhu tertinggi yang dicapai oleh smartphone ini adalah 45°C. Ini mengindikasikan adanya potensi thermal throttling yang dapat memengaruhi performa.
Dikompilasi dari berbagai sumber dan observasi langsung. Perspektif editorial mencerminkan analisis independen kami.