Berdasarkan laporan GSMArena.com, rumor perangkat foldable Samsung dengan layar lebar mulai menampakkan sinyal nyata. Menurut sumber terkini, perangkat ini bisa saja dirilis tahun ini (2026) dan mengguncang pasar gadget. Sebelumnya, rumor ini sudah beredar cukup lama, tetapi kini mulai memperlihatkan indikasi yang jelas.
Digital Chat Station, sumber informasi teknologi yang dianggap kredibel, mengklaim perangkat ini sedang dalam pengembangan. Tidak hanya itu, sumber ini juga menyebutkan bahwa perangkat ini akan menjadi bagian dari garis produk baru Samsung, berada di samping Galaxy Z Fold dan Z Flip.
Layar seperti tablet saat dibuka — tapi ada konsekuensinya
Layar internal perangkat ini berukuran 7,6 inci dengan rasio aspek 4:3. Dengan ukuran tersebut, layar akan terlihat seperti tablet saat dibuka dan berpotensi mendukung multitasking yang lebih efisien. Untuk pekerjaan dokumen, misalnya, mode layar ini bisa jadi lebih nyaman dibandingkan smartphone biasa — meskipun dalam praktiknya, ukuran lebar bisa memengaruhi kenyamanan genggaman.
Namun, bentuk tubuhnya bisa jadi masalah. Saat dilipat, perangkat ini akan memiliki bentuk lebar yang mungkin mempersulit penggunaan satu tangan. Meski demikian, sumber menyebut layar akan lebih tahan terhadap kerusakan, termasuk tidak mudah rusak oleh kuku. Tapi, bagaimana dengan kepraktisan saat bepergian?
Performa dan daya tahan: kekuatan yang terukur
Perangkat ini akan menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, sesuai dengan jendela rilis 2026. Chipset ini dianggap mampu menghadapi beban multitasking yang tinggi. Soal baterai, kapasitas total sekitar 4.800 mAh, terbagi menjadi dua sel (2267 mAh + 2393 mAh). Kapasitas minimumnya 4.660 mAh, artinya baterai bisa bertahan cukup lama untuk penggunaan intensif. Tapi, apakah baterai ini cukup untuk aktivitas sehari-hari?
Persaingan sengit: Samsung, Apple, dan huawei
Perangkat ini akan tersedia di Tiongkok, menjadi bagian dari strategi Samsung untuk memperluas pasar. Selain itu, Apple dan Huawei juga disebut sebagai pemain utama di sektor foldable tahun ini. Huawei, khususnya, disebut sebagai pemain keempat yang mungkin merilis produk serupa.
Menurut laporan TechCrunch, pasar foldable global diprediksi akan berkembang 20% pada 2026. Samsung, dengan produk baru ini, berpeluang mengontrol sebagian besar pangsa pasar. Tapi, apakah dominasi ini bisa bertahan dengan teknologi yang terus berkembang?
Apakah perlu beli foldable?
Bagi pengguna yang sudah memiliki tablet dan smartphone, perangkat ini mungkin bukan pilihan yang ideal. Tapi, bagi yang membutuhkan kombinasi layar besar dan portabilitas, ini bisa jadi solusi. “Kalau punya tablet, nggak usah beli foldable. Tapi kalau butuh lebih fleksibel, ini bisa jadi pilihan,” kata Pak Asep, seorang pengguna gadget di Jakarta.
Analisis: teknologi yang bisa berdampak besar
Perangkat ini menggambarkan tren teknologi foldable yang terus berkembang. Dengan layar lebar dan kinerja yang canggih, Samsung berusaha memenuhi kebutuhan pengguna yang semakin dinamis. Namun, desain yang lebar saat dilipat bisa jadi hambatan. Menurut laporan Statista, sekitar 40% pengguna foldable mengeluhkan kesulitan menggenggam perangkat. Ini menjadi tantangan bagi Samsung untuk menyeimbangkan fungsi dan ergonomi.
Kesimpulan: Samsung terus berinovasi, tapi tantangan utamanya tetap ada. Perangkat ini bisa jadi langkah penting, tapi keberhasilannya bergantung pada bagaimana Samsung menyeimbangkan desain dan kebutuhan pengguna.