Selamat Tinggal, Kawan Lama: Mengapa Akhir dari Galaxy Fit 2019 Itu Wajar
Pernah nggak sih kamu merasa kalau gadget yang kamu pakai itu sudah “sepuh” banget? Nah, buat para pengguna setia Galaxy Fit dan Galaxy Fit e rilisan tahun 2019, sepertinya momen perpisahan itu akhirnya tiba juga. Kabar ini pertama kali mencuat lewat laporan Android Authority, yang menyebutkan kalau Samsung baru saja merilis pembaruan besar untuk aplikasi Galaxy Wearable mereka. Sayangnya, pembaruan ini membawa “surat pemecatan” bagi dua pelacak kebugaran legendaris tersebut.
Kalau kita tarik ke belakang, tujuh tahun itu waktu yang sangat lama di dunia teknologi. Bayangkan saja, waktu Galaxy Fit pertama kali meluncur, tren wearable masih didominasi oleh layar-layar kecil monokrom dan fitur yang sangat terbatas. Sekarang, di tahun 2026 ini, kita sudah bicara soal AI yang bisa memprediksi kelelahan tubuh kita bahkan sebelum kita merasakannya. Jadi, langkah Samsung menghentikan dukungan untuk model 2019 ini sebenarnya bukan kejutan besar, tapi tetap saja ada rasa sentimental, kan?
Apalagi buat kamu yang mungkin masih menyimpan Galaxy Fit e di laci—atau bahkan masih melingkar di pergelangan tangan buat sekadar hitung langkah kaki pas lari pagi. Jujur saja, perangkat ini memang bandel. Tapi, seiring dengan kehadiran One UI 8.5 yang sudah di depan mata, Samsung sepertinya ingin memastikan ekosistem mereka nggak terbebani oleh perangkat yang speknya sudah nggak kuat lagi mengangkat fitur-fitur modern.
Dibalik Update Galaxy Wearable Versi 2.2.68
Update terbaru aplikasi Galaxy Wearable (versi 2.2.68.26010761) yang mulai bergulir di Korea Selatan minggu ini bukan cuma soal bersih-bersih perangkat lama. Ini sebenarnya adalah persiapan karpet merah buat peluncuran besar Samsung minggu depan. Selain membawa tampilan visual ala One UI 8.5 yang lebih segar dan minimalis, update ini juga diam-diam sudah menyiapkan dukungan untuk Galaxy Buds 4 dan Galaxy Buds 4 Pro yang kabarnya bakal debut di Galaxy Unpacked tanggal 25 Februari besok.
Nah, masalahnya adalah “ruang” di dalam aplikasi itu terbatas. Untuk memasukkan kode-kode baru buat fitur Buds 4 yang canggih—seperti real-time translation yang lebih mulus dan integrasi Bixby bertenaga LLM—Samsung harus membuang beban lama. Galaxy Fit dan Galaxy Fit e adalah korbannya. Menurut laporan industri, menjaga kompatibilitas perangkat berusia 7 tahun dengan sistem operasi terbaru itu memakan sumber daya engineering yang nggak sedikit. Jadi, daripada aplikasinya jadi berat dan penuh bug, Samsung memilih untuk memutus rantai tersebut.
“Siklus hidup rata-rata perangkat wearable biasanya berkisar antara 3 hingga 4 tahun sebelum baterai atau kompatibilitas software mulai menjadi kendala serius bagi pengalaman pengguna.”
— Analisis Pasar Teknologi Konsumen, 2025
Buat kamu yang masih pakai Fit lama ini, sebenarnya perangkatnya nggak akan langsung mati total kok. Kamu masih bisa pakai buat tracking lokal, tapi jangan harap bisa sinkronisasi dengan lancar ke HP Samsung terbaru yang sudah pakai One UI 8.5. Sinkronisasi data ke Samsung Health mungkin masih bisa jalan untuk sementara, tapi stabilitasnya nggak ada yang jamin. Ibaratnya, kamu masih bisa naik mobil tua di jalan tol, tapi jangan kaget kalau tiba-tiba nggak bisa tap kartu e-toll karena sensornya sudah beda generasi.
Ambisi One UI 8.5: Bukan Sekadar Ganti Baju
Kenapa sih Samsung sampai sebegitunya? Jawabannya ada di One UI 8.5. Tahun 2026 ini, Samsung nggak lagi fokus cuma pada tampilan. Mereka lagi jualan “Intelligence”. Bixby yang dulu sering kita cuekin, sekarang sudah di-upgrade besar-besaran dengan kemampuan memahami bahasa natural dan akses web real-time. Ini butuh integrasi yang dalam antara aplikasi Wearable dan sistem operasi di HP.
Bayangkan kamu lagi pakai Galaxy Buds 4, terus kamu bilang, “Bixby, berapa sisa baterai Galaxy Fit-ku dan berapa langkah lagi biar target hari ini tercapai?”. Kalau perangkatnya masih model 2019 yang belum punya protokol keamanan modern atau kecepatan transfer data yang mumpuni, integrasi AI ini bakal laggy parah. Samsung nggak mau citra “AI Canggih” mereka rusak gara-gara perangkat jadul yang nggak sanggup ngejar kecepatan proses datanya.
Data dari Statista menunjukkan bahwa pengiriman perangkat wearable secara global diproyeksikan mencapai lebih dari 600 juta unit pada tahun 2026. Di tengah persaingan ketat ini, Samsung harus memastikan bahwa setiap perangkat yang terhubung ke HP mereka memberikan data yang akurat dan cepat. Perangkat lama seperti Galaxy Fit e dengan layar POLED 0.74 inci dan memori yang cuma hitungan kilobyte jelas sudah ketinggalan kereta dibandingkan standar industri saat ini.
Realita Pasar Indonesia: Galaxy Fit 3 Adalah “Obat” yang Manis
Kalau kamu merasa sedih karena Fit lama kamu “dibuang”, tenang saja. Samsung sebenarnya sudah menyiapkan suksesor yang jauh lebih mumpuni. Di Indonesia sendiri, Galaxy Fit 3 yang dirilis tahun 2024 lalu sudah jadi idola baru di marketplace seperti Tokopedia dan Shopee. Dengan harga yang sekarang sudah stabil di kisaran Rp799.000 (bahkan sering diskon jadi Rp600 ribuan pas tanggal kembar), Fit 3 adalah upgrade yang sangat logis.
Mari kita bandingkan sedikit jeroannya. Kalau Galaxy Fit e dulu layarnya kecil banget dan cuma hitam putih, Fit 3 sudah pakai layar AMOLED 1.6 inci yang cerah dan berwarna. Baterainya pun bisa tahan sampai 13 hari. Belum lagi fitur keamanannya seperti Fall Detection dan SOS darurat—fitur yang nggak bakal kamu temukan di model 2019. Di komunitas gadget lokal, Fit 3 sering disebut sebagai “Smartwatch-nya orang yang nggak suka ribet”.
Tapi, Samsung nggak sendirian di kelas ini. Kalau kamu merasa Rp800 ribu masih kemahalan buat sebuah pelacak kebugaran, ada Xiaomi Smart Band 9 yang harganya cuma Rp500 ribuan tapi punya spek layar 60Hz yang super mulus. Atau ada Huawei Band 9 yang manajemen tidurnya dikenal sangat akurat. Inilah tantangan Samsung: mereka harus mematikan dukungan perangkat lama agar pengguna “terpaksa” melihat betapa jauhnya perkembangan teknologi di perangkat baru mereka, sebelum melirik ke brand sebelah.
Apakah Galaxy Fit saya masih bisa dipakai setelah update?
Masih bisa, tapi kamu mungkin akan mengalami masalah saat mencoba menghubungkannya dengan aplikasi Galaxy Wearable versi terbaru. Sangat disarankan untuk tidak mengupdate aplikasi jika kamu masih ingin menggunakan perangkat tersebut secara maksimal.
Kapan One UI 8.5 resmi dirilis di Indonesia?
Biasanya, pembaruan ini akan mulai digulirkan secara bertahap setelah acara Galaxy Unpacked pada 25 Februari 2026, dimulai dari seri flagship seperti Galaxy S26 dan S25.
Strategi “Bersih-Bersih” Menjelang Galaxy Unpacked
Keputusan mematikan dukungan ini juga punya dimensi strategis. Minggu depan, tepatnya Rabu, 25 Februari 2026 pukul 22.00 WIB, Samsung bakal mengadakan Unpacked. Fokus utamanya memang Galaxy Buds 4, tapi rumornya akan ada kejutan soal ekosistem kesehatan digital Samsung. Mereka ingin semua pengguna berada di “halaman yang sama” dalam hal software.
Laporan dari Reuters awal tahun ini sempat menyinggung bagaimana perusahaan teknologi besar mulai memperketat siklus hidup produk mereka untuk mengurangi fragmentasi software. Dengan mengurangi jumlah perangkat yang harus didukung, tim developer bisa lebih fokus mengoptimalkan fitur AI yang lebih kompleks. Bagi kita konsumen, ini memang terdengar seperti planned obsolescence atau taktik agar kita belanja lagi. Tapi dari sisi teknis, ini adalah cara agar inovasi nggak terhambat oleh keterbatasan hardware masa lalu.
Jadi, buat kamu yang masih setia sama Galaxy Fit atau Fit e, anggap saja ini adalah sinyal dari semesta (dan Samsung) kalau sudah waktunya move on. Lagipula, memakai perangkat wearable yang baterainya sudah mulai drop dan layarnya sudah mulai redup itu nggak enak, kan? Apalagi di tahun 2026 ini, di mana HP kita sudah makin pintar, masa asisten kesehatan di pergelangan tangan kita masih “gaptek”?
Kesimpulan: Waktunya Upgrade atau Bertahan?
Keputusan ada di tangan kamu. Kalau kamu tipe orang yang “selama masih nyala, ya dipakai”, silakan hindari update aplikasi Galaxy Wearable sebisa mungkin. Tapi ingat, kamu bakal ketinggalan fitur-fitur baru dan perbaikan keamanan yang krusial. Tapi kalau kamu punya budget lebih, melirik Galaxy Fit 3 atau menunggu promo Galaxy Buds 4 di Official Store Shopee minggu depan bisa jadi pilihan cerdas.
Teknologi memang kejam dalam hal waktu, tapi dia juga menawarkan kenyamanan yang makin sulit ditolak. Samsung Galaxy Fit dan Fit e sudah menjalankan tugasnya dengan sangat baik selama 7 tahun terakhir. Mereka adalah pionir yang membawa pelacak kebugaran ke massa dengan harga terjangkau. Sekarang, saatnya mereka beristirahat dan membiarkan generasi baru dengan segala kecanggihan AI-nya mengambil alih.
Bagaimana menurutmu? Apakah kamu salah satu yang masih pakai Galaxy Fit jadul ini, atau sudah lama pindah ke smartwatch yang lebih “pinter”? Jangan lupa bagikan ceritamu di kolom komentar ya!
Artikel ini bersumber dari berbagai media nasional dan internasional, termasuk Android Authority dan SamMobile. Analisis dan penyajian merupakan perspektif editorial kami mengenai perkembangan ekosistem teknologi Samsung.