1.1200 – Suhu puncak 76°C tercatat saat menguji performa gaming 15 menit di ruangan dengan suhu 28°C, 2°C lebih tinggi dari generasi sebelumnya. 1.0800 — Skor benchmark AnTuTu 1,2 juta menurun 13% dibandingkan seri 2025. 222; Waktu baterai 22 jam dalam pengujian 100% penggunaan, 2 jam lebih pendek dari kompetitor seharga Rp12 juta.
Skor benchmark konsumsi energi
48,000 – Skor 3DMark Wild Life 2 di GPU, 12% lebih rendah daripada versi 2025. 43,000, Hasil PCMark Work 2, 18% di bawah Samsung Galaxy S26. Pengujian dilakukan dalam kondisi suhu 28°C, penggunaan 100% CPU/GPU selama 30 menit, dengan pengaturan resolusi 1080p.
Thermal baterai
14°C; Peningkatan suhu pada CPU saat multitasking berat, 5°C lebih tinggi dari generasi sebelumnya. 18,000 mAh, Kapasitas baterai 5200 mAh, 12% lebih kecil dari kompetitor. Pengujian drainase baterai di lakukan dalam kondisi 5G aktif, lampu layar 100%, dan suhu lingkungan 25°C. Suhu puncak baterai mencapai 45°C selama penggunaan 8 jam.
Skor benchmark konsumsi energi
1.0800 — Skor AnTuTu 1,2 juta jatuh 13% dari generasi sebelumnya. Saya perhatikan penurunan ini nggak cuma akibat kebijakan pengujian, tapi mungkin karena pemanasan ekstrem waktu pengujian. Waktu saya tes, suhu CPU melonjak ke 76°C di lingkungan 28°C, bikin frustrasi. Jika ini terjadi di penggunaan sehari-hari, performa bisa drop 10-15% saat beban tinggi.
48,000, 3DMark Wild Life 2 hanya 48 ribu, 12% di bawah S26. Pecahannya jelas, tapi kenapa kinerja GPU bisa lebih rendah meski kapasitas baterai cuma 5200 mAh Saya nggak percaya kalau desain thermal ini bisa bertahan 3 tahun. Jika baterai terlalu panas, keandalannya akan melemah. Tapi, kapan sih kelemahan ini terungkap Jam 3 pagi waktu testing, suhu baterai udah 45°C, nggak masuk akal.
222; Baterai 22 jam, 2 jam lebih pendek dari kompetitor seharga Rp12 juta. Saya pernah coba device murah Rp3 juta dengan baterai 4000 mAh, bisa tahan 30 jam di penggunaan ringan. Apa ini benar-benar keuntungan teknis, atau hanya trik marketing Jika kinerja baterai tergantung suhu, bagaimana dengan pengguna di daerah panas Jadi, apakah kecepatan pengisian atau kapasitas baterai benar-benar prioritas utama?
14°C; Pemanasan CPU 14°C lebih tinggi dari sebelumnya. Saya curiga ini bukan sekadar efek samping, tapi indikasi desain thermal yang nggak optimal. Jika suhu puncak 76°C terjadi dalam 15 menit, bagaimana dengan penggunaan berjam-jam Tapi, bisakah kita percaya bahwa spesifikasi ini bisa bertahan di penggunaan jangka panjang Mau tak mau, ini muncul pertanyaan: apakah angka-angka ini benar-benar menggambarkan pengalaman nyata, atau hanya eksperimen di lab?
Verdict teknis
Thermal throttling terjadi saat suhu puncak CPU mencapai 76°C dalam 15 menit gaming, 2°C lebih tinggi dari generasi sebelumnya. Suhu ini memicu penurunan performa sebesar 10-15% saat beban tinggi, sesuai laporan pengujian. Memory bandwidth tidak disebutkan secara eksplisit, tapi penurunan skor AnTuTu 13% (1,2 juta) menunjukkan keterbatasan dalam pengelolaan sumber daya. Kalibrasi display terlihat pada perbedaan skor 3DMark Wild Life 2 (48.000) yang 12% lebih rendah daripada Samsung Galaxy S26, meski kapasitas baterai hanya 5200 mAh.
Baterai memiliki kapasitas 5200 mAh, 12% lebih kecil dari kompetitor seharga Rp12 juta. Waktu penggunaan 22 jam dalam kondisi 100% beban, 2 jam lebih pendek dari pesaing. Suhu baterai mencapai 45°C setelah 8 jam penggunaan, menunjukkan risiko degradasi lebih cepat. Thermal management gagal mengendalikan pemanasan, dengan CPU naik 14°C dari generasi sebelumnya, mencapai 76°C di lingkungan 28°C.
Dalam praktiknya, pengujian 100% CPU/GPU selama 30 menit memicu suhu baterai 45°C, mengkhawatirkan keandalan jangka panjang. Meski skor benchmark menurun, kelemahan ini mungkin terungkap lebih jelas saat penggunaan berkelanjutan. Prioritas utama harus pada efisiensi termal dan kapasitas baterai, bukan hanya angka lab.
Pertanyaan
Jawaban
Mengapa skor AnTuTu jatuh 13%?
Penurunan skor AnTuTu 1,2 juta (13%) terkait suhu CPU yang melonjak ke 76°C, memicu thermal throttling. Kinerja GPU juga turun 12% dibanding S26, meski kapasitas baterai hanya 5200 mAh.
Mengapa baterai hanya tahan 22 jam?
Kapasitas baterai 5200 mAh (12% lebih kecil dari kompetitor) menghasilkan waktu penggunaan 22 jam, 2 jam lebih pendek. Suhu baterai 45°C setelah 8 jam penggunaan mengindikasikan risiko degradasi lebih cepat.
Mengapa suhu CPU naik 14°C?
Pemanasan CPU meningkat 14°C, mencapai 76°C di lingkungan 28°C, menunjukkan desain termal yang tidak optimal. Ini berisiko memicu thermal throttling selama penggunaan berjam-jam.
Dikompilasi dari berbagai sumber dan observasi langsung. Perspektif editorial mencerminkan analisis independen kami.