Menurut Nezar, platform digital umumnya hanya mengandalkan pernyataan tanggal lahir untuk mengenali usia penggunanya, tanpa melakukan verifikasi mendalam. Akibatnya, anak-anak dapat dengan mudah memalsukan usia mereka dan mengakses konten dewasa, bahkan konten seksual, yang seharusnya tidak tersedia bagi mereka. Nezar menjelaskan bahwa konten-konten dewasa kini amat mudah masuk ke lini masa anak akibat adanya celah verifikasi ini.
Penyelenggara Sistem Elektronik Didorong Mengadopsi Teknologi Deteksi Usia
Kementerian Komunikasi dan Digital mendorong penyelenggara sistem elektronik (PSE) untuk mengadopsi solusi teknologi yang lebih canggih, yaitu teknologi deteksi usia berbasis perilaku (age inferential). Teknologi ini memungkinkan algoritma platform untuk membaca kecenderungan perilaku pengguna dan mem-profiling berdasarkan konten yang dikonsumsi. Jika terdeteksi pola konsumsi anak, namun berada di akun dewasa, sistem otomatis memblokir akses ke konten berbahaya.
Beberapa platform digital global berskala besar seperti YouTube, sedang melakukan uji coba fitur ini di sejumlah regional untuk menguji keandalannya. Nezar berharap pendekatan keselamatan melalui desain (safety by design) ini bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan menjadi kultur korporasi demi menciptakan ruang digital yang aman.
Reaksi dari Industri dan Tantangan ke Depan
Ketua Umum Indonesian E-Commerce Association (idEA), Hilmi Adrianto, menyambut baik arahan pemerintah tersebut. Dia mengakui bahwa meskipun anak-anak memperoleh manfaat edukasi dari dunia digital, risiko paparan konten yang tak sesuai umur amat nyata. Hilmi menambahkan bahwa implementasi regulasi ini akan mengubah cara platform merancang layanan dan fiturnya secara pasif maupun aktif. Tantangannya adalah menemukan solusi teknologi yang proporsional—yang mampu memfilter konten negatif secara efektif tanpa menghambat akses anak terhadap informasi positif dan inovasi.
Dengan demikian, pemerintah dan industri harus bekerja sama untuk menciptakan ruang digital yang aman dan nyaman bagi semua pengguna, terutama anak-anak. Dalam beberapa tahun ke depan, diharapkan teknologi deteksi usia dapat menjadi salah satu solusi yang efektif untuk mengatasi masalah ini.
Artikel ini disarikan dari berbagai sumber berita nasional. Seluruh penyajian dan analisis merupakan pendapat menurut cara pandang kami, tanpa bermaksud menyudutkan atau merugikan pihak manapun.