WhatsApp dikenal selalu mencoba hal baru. Per Maret 2026, tapi kali ini, mereka menghadirkan fitur yang menggoyang prinsip dasar komunikasi: berdiskusi tanpa akun. Berdasarkan laporan Digital Trends, pihak pengembang sedang menguji fitur “guest chat” yang memungkinkan orang tanpa akun resmi untuk ikut percakapan. Tapi, ini bukan sekadar kemudahan — pihak developer justru menambahkan banyak pembatasan untuk menjaga keamanan.
Begini cara kerjanya
Anda bisa buat link undangan melalui menu “Undang Teman” atau kontak ponsel. Link ini bisa dikirim ke siapa pun, termasuk orang yang belum pernah menggunakan WhatsApp. Penerima bisa buka percakapan lewat aplikasi atau browser. Tapi, mereka akan muncul sebagai “Guest” di profil. Menariknya, pesan tetap dienkripsi end-to-end, jadi privasi tetap terjaga. Tapi, karena tidak ada verifikasi, siapa pun bisa buka link — termasuk orang asing.
Ada kelebihan, tapi juga batasan
Fitur ini memungkinkan diskusi singkat, tapi dengan syarat ketat. Pengguna tamu tak bisa masuk grup, kirim media, atau buat panggilan suara/video. Percakapan juga bersifat sementara: kalau diam 10 hari, otomatis berakhir. Mereka harus buat link baru untuk melanjutkan. Ini cocok buat situasi transien, seperti diskusi proyek sementara atau layanan pelanggan. Tapi, bukan pilihan untuk percakapan jangka panjang.
Keamanan dan risiko
Link bisa dibagikan sembarangan, jadi orang asing bisa masuk tanpa izin. Ini berisiko terutama untuk percakapan sensitif. Jangan gunakan fitur ini untuk diskusi penting. Pastikan link hanya diberikan ke orang yang benar-benar dimaksud. Bagaimana jika orang asing memanfaatkan ini? Pertanyaan itu jelas, tapi tidak mudah dijawab.
Perspektif editor: apa sih maknanya?
Fitur ini berpotensi jadi solusi untuk bisnis yang butuh komunikasi luas tanpa pusing membuat akun. Tapi, jangan lupa: ini bukan aja kemudahan, tapi tanggung jawab. Sebuah kejutan: orang yang tidak punya akun bisa mengubah cara berkomunikasi. Tapi, jika ingin privasi maksimal, tetap gunakan akun.
Kapan dan siapa yang bisa gunakan?
Fitur ini sekarang hanya tersedia buat pengguna beta. WhatsApp belum umumkan kapan rilis resmi. Tapi, fitur lain sedang diuji: akun orang tua untuk anak di bawah 13 tahun dan “catch-up” untuk grup chat. Ada juga uji coba langganan berbayar. Jadi, mungkin nanti fitur canggih hanya bisa diakses pengguna premium. Wait.
Lihat juga
Baca lengkap dari Digital Trends
Analisis keamanan dari Washington Post
Analisis: apa sih potensi fitur ini?
Kalau diterapkan, fitur ini bisa jadi pilihan buat layanan pelanggan atau proyek lintas platform. Tapi, perlu edukasi pengguna agar tidak salah pake. Mungkin, WhatsApp bisa tambahkan konfirmasi sebelum link dibuka. Sebuah pilihan yang masuk akal, tapi apakah mereka akan melakukannya?
Perspektif pengguna: bisa bisa?
Menurutku, fitur ini cocok buat diskusi sementara. Tapi, kalau ngobrol serius, harus pake akun. Ini bukan pengganti akun, tapi tambahan. Sementara itu, fitur ini masih dalam uji coba. Oke.
Disclamer
Artikel ini bersumber dari berbagai media nasional. Analisis dan penyajian merupakan perspektif editorial kami.